Actions

Work Header

Mine

Summary:

Wonwoo di depan umum memiliki image kalem bak pangeran istana yang santun dan penuh wibawa. Tapi saat sisi posesifnya disentil, semua gambaran itu sirna. Diganti sosok bermulut kotor, ringan tangan (dalam konteks enak), dan tak sabaran. Dan hanya Soonyoung yang bisa memanggil jiwa binatang itu keluar. 

Notes:

Another commission by 12:30

Hope you enjoy it

(See the end of the work for more notes.)

Work Text:

 

Cheerss…. 

 

Soonyoung menenggak sampai tandas gelas berisi wiski miliknya. Kepalanya bergoyang mengikuti irama musik yang berdentum keras. Lampu warna warni berkerlap-kerlip menari di ruangan yang didominasi warna gelap karena lampunya yang temaram. Aroma asap nikotin dan sejenisnya berbaur dengan minuman alkohol di setiap sudutnya. 

"Turun yuk." Soonyoung ngajak 3 rekannya lain buat ke lantai dansa. 

"Lo yakin Wonwoo ga bakal marah? Gue ga mau tanggung jawab ya bangke." sahut Dokyeom yang datang bersamanya. 

"Gue tinggal nungging juga dia udah luluh. Urusan gampang itu. Ga bakal nolak kalo gue kasih pantat. Buruan ah, lama lo. Chan, ayok." 

"Gue di sini aja, bang. Udah pamit Vernon mau minum doang. Gue ga berani."

"Josh?"

"Gue nemenin Chan aja di sini." 

"Ah, cemen lo pada." 

Cowok centil itu segera turun disusul Dokyeom yang mengekor di belakangnya. Mereka berempat berteman karena pacar-pacar mereka tergabung di satu grup hiphop yang lagi cukup populer. Tadi Soonyoung ngajakin Wonwoo buat dugem mumpung malem Minggu. Tapi pacarnya yang banyak fans itu bilang lagi sibuk nyiapin lagu baru buat grupnya. 

Soonyoung yang kesel udah ditinggal seharian, pilih ngajakin temen-temennya buat main. Jadilah sekarang dia enjoy melenggokkan badan menikmati musik yang diputar DJ dengan lantang. Soonyoung datang berbalut tanktop hitam model crop top yang hanya menutupi bagian dadanya. Memamerkan perut ramping berotot serta pusarnya yang dihiasi tindikan, lengkap dengan choker hitam mencekik lehernya. Jaket kulit yang juga hanya setengah badan dititip ke Joshua. Bawah tubuhnya ditutupi short pants jeans ketat menutupi hanya sampai bokong seksinya. Boots hitam yang hanya semata kaki membuat kaki mulusnya dipamerkan dengan gratis. 

Soonyoung langsung naik ke atas meja bersama para pole dancer yang sedang menari seksi. Tubuhnya meliuk lentur dan seksi tak kalah dengan para penari yang hampir telanjang itu. Senyum manis dan menggoda dia pamerkan semakin menarik perhatian mata-mata lapar yang ada di bawahnya. Soonyoung juga tak risih saat kaki mulusnya sudah jadi sasaran diraba tangan-tangan cowok genit yang bersorak dengan penampilannya. 

Tampilan centil dan seksinya tentu menyita perhatian banyak orang yang juga ada di sana. Apalagi Soonyoung yang memang supel dan cukup terkenal, tak malu mengajak siapapun untuk bergoyang bersama. Setelah menyeleksi, Soonyoung memilih seorang cowok dengan kemeja yang tak dikancing sempurna, sedang menghirup pod menjadi incarannya. 

Soonyoung turun dari meja, mendekat dengan tersenyum genit sebelum tangannya mengalung di pundak cowok itu. Pinggulnya melenggak-lenggok ke kiri dan kanan mengikuti irama. Wajahnya ditiup dengan asap berbau vanila malah bikin Soonyoung tertawa senang sambil membalikkan badan. Dari belakang pinggangnya diremas cowok asing beraroma maskulin itu. Soonyoung makin semangat goyangin pantat, sambil tersenyum centil menggigit lidahnya sendiri. 

Sebelum kemudian cengkraman keras menarik tangannya menjauh dari sana. Wonwoo berdiri di tengah ruangan penuh orang itu. Matanya menyalang marah melihat sang kekasih tengah berjoget mesra dengan lelaki asing tanpa seijinnya. Soonyoung tampak menelan ludah membasahi kerongkongan. Ia menatap horor ke arah Wonwoo yang siap kapan saja melayangkan tinjunya. 

"Hey, bro. Main ambil punya orang. Punya gue, tuh."

Wonwoo menoleh cepat ke arah pria asing yang tak dapat membaca situasi. Bahkan di tengah musik keras, Soonyoung bisa mendengar gigi Wonwoo yang gemeretak menahan emosi. 

"Get out. Or you will die." jawab Wonwoo yang sudah merengkuh pinggang Soonyoung posesif. Soonyoung yang balas memeluk Wonwoo, dengan tatapan penuh maaf mengkode cowok itu buat mundur. Tangan lentiknya mengelus pundak lebar pacarnya, menenangkan gejolak emosi yang sudah di ubun-ubun. 

Soonyoung tahu benar konsekuensi atas semua yang terjadi. Dia yang tak ijin untuk pergi. Mengenakan pakaian seksi. Bahkan menari begitu dekat dengan pria lain. Soonyoung sudah memprediksi ini akan terjadi. Tapi Soonyoung tidak takut. Dia malah suka memancing Wonwoo yang super posesif atas dirinya.  

"Sayang, udah ya. Udah pergi orangnya."

Wonwoo kembali menatap Soonyoung tanpa bicara. Alisnya bertautrut, matanya masih merah menyala, bibirnya mengatup rapat. Dalam satu tarikan Wonwoo seret Soonyoung keluar dari ruangan berisik itu. Membelah lautan manusia yang tengah menghabiskan waktu mencari hiburan. 

Soonyoung masih sempat melirik bahkan tersenyum melambaikan tangan kepada ketiga temannya yang sudah menatap horor kepergiannya. Pintu mobil dibanting setelah Soonyoung duduk di kursi penumpang lengkap dengan seat belt yang terpasang. Mobil jeep besar dan tinggi itu segera melayang membelah jalanan malam yang sudah mulai sepi. Sesepi suasana kedua penumpangnya yang hanya diam tenggelam dalam pikrian masing-masing. 

Setelah mendengar dari Mingyu, bahwa pacar-pacar mereka sedang pergi ke club, Wonwoo tak bisa lagi fokus dengan pekerjaannya. Dia langsung meminta kabar dari Joshua yang memang paling dia percaya. Video 10 detik yang menampilkan Soonyoung bersulang dengan cowok random seketika membuat darah Wonwoo mendidih. 

Dalam sekejap mobil besar itu sudah sampai di basement apartemen mereka. Pergelangan tangan Soonyoung sampai nyeri saking kuat Wonwoo menyeretnya masuk lift. Biarpun dikuasai emosi, cowok itu masih cukup waras untuk tidak melakukan scene beresiko di sana. Wonwoo terus diam sambil mencengkram kuat tangan Soonyoung. 

Hingga tubuh yang lebih kecil itu dilempar masuk ke dalam unit mereka. Wonwoo langsung memojokkan tubuh Soonyoung ke tembok. Pundaknya dicengkram erat. Nafas Wonwoo memburu seperti habis berlari ratusan meter. Mata tajamnya menatap lurus membekukan tubuh Soonyoung di tempatnya. 

"Sayang, aku min-" 

Wonwoo langsung meraup bibir tebal dan merah yang sedari tadi terus tersenyum menggoda lelaki lain tanpa izinnya. Mulutnya melumat lapar dan beringas. Wonwoo seperti sedang menghisap jiwa Soonyoung keluar dari raganya. Kepala miring kiri dan kanan mencari pada sudut yang tepat. Rahang Soonyoung dicengkeram sambil bibirnya dihisap dimakan pacarnya yang tak lagi membendung emosinya. 

Lidah keduanya pun ikut bertarung, saling menghisap lapar menimbulkan bunyi becek nan erotis. Tangan panjang Wonwoo yang lain meremas kuat pantat semok Soonyoung ditarik sampai menempel dengan pinggulnya. Soonyoung bisa merasakan gundukan besar kontol Wonwoo mencium memeknya dari balik celana masing-masing. 

"Mmmhhhhhh…." Soonyoung mengerang pas pantatnya diremes sama Wonwoo. Nggak sadar dia gesekin memeknya ke kontol Wonwoo. 

Lengan putih Soonyoung mengalung menghimpit kepala Wonwoo yang mulai melumati seluruh wajahnya dengan rakus. Wonwoo tak peduli rasa pahit dari sisa kosmetik yang dipakai cukup tebal oleh pacarnya. Bibirnya terus memakan tiap inci wajah Soonyoung, menghapus jejak asap menjijikkan dari cowok tadi. Soonyoung menikmati wajahnya dimakan Wonwoo, sambil melenguh dan makin menempelkan tubuh keduanya. Memrknya terud digesekin ke benjolan selangkangan Wonwoo. Nyari tambahan friksi enak. 

"Kucing nakal. Nggak sabar ya buat nungguin aku sebentar? Sampai udah nempel sama cowok lain?" Pipi Soonyoung dicengkeram sampai bibirnya mengerucut, wajahnya dibolak balik dengan Wonwoo memamerkan seringainya. "Kamu beneran siap buat ngelonte ya?" 

Pinggang berotot Soonyoung diremas posesif sampai memerah. Lalu direngkuh kuat menempel tanpa jarak sama badannya Wonwoo. Mulut Wonwoo pindah menyasar leher putih Soonyoung. Dihisap dan digigit kuat sampai ninggalin banyak bekas ungu di berbagai tempat. Lidahnya yang tebal dan panjang menjilat sampai basah bekas maha karyanya. Pundak serta tulang selangka yang terekspos tak luput dari sasaran. 

"Ahhhh sayanghhhhhh… ."

Soonyoung jambak kuat rambut Wonwoo, cowoknya lagi ngisepin leher sebelah kanan tepat di bawah chokernya. Gigitan Wonwoo yang lagi marah kerasa agak sakit dan perih, tapi malah selangkangan Soonyoung makin gatal dan becek. Ditambah tangan yang terus menggerayangi punggung polos hingga pantat bulat Soonyoung membuat lelaki lebih kecil itu menggeliat makin keenakan. 

"Look, you're beautiful with this mark. Kamu cuma punyaku, Soonyoung. Punyaku."

Wajah Wonwoo menggeliat mengendus dan menciumi tubuh Soonyoung. He worships his boyfriend very much. Bayangan Soonyoung menari dan menempel dengan pria lain bikin sisi gelap Wonwoo kembali muncul. Sebanyak dia mencintai Soonyoung, sebanyak itu juga rasa posesifnya untuk menguasai Soonyoung hanya untuknya. 

Wonwoo menarik Soonyoung sampai cowoknya bersimpuh di bawahnya. Dia tangkup dagu Soonyoung untuk mendongak dan kembali dia kecup bibir bengkak pacarnya. Sambil sedikit buru-buru membuka celana serta dalaman berlogo mahal itu. Kontolnya langsung ngacung nabrak muka Soonyoung yang udah ngedongak, nunggu pasrah di bawah sana. 

"I don't like to share what is mine. You know that better than anyone else, honey. Kamu dihukum." 

Wonwoo langsung masukin seluruh batangnya ke dalam mulut Soonyoung. Sampai mentok. Dihentak kencang bikin muka Soonyoung nabrak jembut tebalnya. Ujung kontol Wonwoo terus mendobrak tenggorokan Soonyoung yang sampai tersedak susah nafas. Rambut Soonyoung dijambak dan kepalanya ditarik tabrakan sama rojokan Wonwoo. 

Air liur netes dari sudut bibir Soonyoung yang udah merah banget mukanya. Mata sipitnya nangis selain karena susah nafas juga karena keenakan. Tangan Soonyoung pegangan ke celana Wonwoo ngebiarin mulutnya dihajar habis pakai kontol pacarnya. Batang bengkak itu parkir sebentar di dalam mulut Soonyoung. Ujungnya masuk dalam sampai nutupin kerongkongan Soonyoung. Beberapa detik Wonwoo nahan kontolnya di sana hingga Soonyoung nepuk pahanya tanda udah kehabisan napas. 

Soonyoung yang masih lemes habis ngasih deep throat ditarik lagi buat berdiri. Dia pasrah pas Wonwoo ngelucutin celana sempitnya dipelorotin sampai bawah kakinya. Memek basah Soonyoung langsung diremes kuat dan dirojok lubangnya pakai dua jari Wonwoo. Bikin Soonyoung ngejerit sambil lompat kaget. 

"Aaackkk Wonwoohhhh… ." 

"Baru nyepong aja udah becek gini, sayang. Laper banget ya pengen kontol?" 

Wonwoo di depan umum memiliki image kalem bak pangeran istana yang santun dan penuh wibawa. Dia dikenal irit bicara dan murah senyum. Tapi saat sisi posesifnya disentil, semua gambaran itu sirna. Diganti sosok bermulut kotor, ringan tangan (dalam konteks enak), dan tak sabaran. Dan hanya Soonyoung yang bisa memanggil jiwa binatang itu keluar. 

Sebelah kaki Soonyoung yang masih pakai bootnya diangkat tinggi. Wonwoo langsung melesakkan masuk batang kelaminnya memenuhi kelamin cowok bermemeknya. Sudah dibilang Wonwoo itu tidak sabaran. Tubuh Soonyoung sampai melonjak seperti naik trampolin saking Wonwoo menghentaknya dalam kecepatan penuh. 

"Ahhh ahhh ahhh lagihhh sayanghhh mentok ahhhh penuhhhh ahh ahhh… ." 

Punggung Soonyoung menempel di tembok buat tumpuan. Tangannya meremas tengkuk Wonwoo yang kembali menciumnya brutal disertai gigitan yang membuat perih. Lidah mereka ikut bergelut menari menambah sensasi serta gairah libido meningkat. Otot memek Soonyoung sudah berkedut kuat dan makin cepat. Meremas kontol Wonwoo yang juga sudah tidak sabar menumpahkan isinya. 

Badan Soonyoung nempel erat dipeluk Wonwoo sambil diremesin pantatnya. Pantat semok itu diremes kayak ngulen adonan donat. Tubuh mereka saling menabrak kencang dengan speed penuh. 

"ahhh Soonyoungie ahhh enak sayang ahh ahhh… ." 

Helaan nafas lega Wonwoo serta pekikan Soonyoung mengiringi pelepasan pertama mereka malam itu. Kepala Wonwoo mendingak puas dan nikmat menyemburkan pelepasannya. Dia menghentak sampai dalam memenuhi lubang memek pacarnya pakai peju kental yang keluar deras. Otot memek Soonyoung ikutan mijet kuat rasanya kayak kontol Wonwoo diremes makin enak. 

Soonyoung ngerasa kecewa pas tiba-tiba memeknya dibiarin melongo. Tubuhnya tiba-tiba dibalik buat ngadep tembok. Pantat semoknya ditepuk tepat di titik tengah di mana sebuah benda metal dengan pucuk bergambar mawar menancap di sana. Wonwoo sudah ngerasa pas ngeremes pantat Soonyoung ada benda keras di sana. Wonwoo kembali emosi inget Soonyoung goyang di pelukan orang dengan buttplug nancep di lubang pantatnya. 

"Pacar aku emang ga ada duanya. Kamu beneran siap ngelonte kalau ga ada aku, ya? Kurang satu lubang? Mau dipake depan belakang gini?" 

Wonwoo nepuk lagi buttplug itu makin nancep. Soonyoung ngerasain ngilu, perih tapi juga enak. Memeknya kedutan lagi bikin peju Wonwoo yang masih di dalem rembes keluar. Wonwoo nyabut buttplug Soonyoung dengan paksa lalu ditancepin ke lubang memeknya. 

"Jepit, jangan sampai lepas atau kamu aku tinggalin di sini. Dan aku akan cari cowok lain aja." 

Diancam gitu Soonyoung pura-pura takut. Karena dia tahu banget Wonwoo ga akan mungkin ngelakuin yang dia bilang itu. Wonwoo ga bisa kalau nggak sama Soonyoung. Soonyoung juga ga akan ijinin itu. Dan salah satu cara ngiket Wonwoo, dengan ngasih makan egonya. 

"Ampun, Wonwoo. Please, jangan pergi sayang. Ampuni aku. Maafin aku." Soonyoung memasang wajah memelas sambil dua tangannya menangkup meminta ampun. 

"Aku cuma mau kamu. Soonyoung cuma buat Wonwoo. Do me. Devour me. Badan aku cuma punya kamu, sayang. Soonyoung cuma punya Wonwoo" Soonyoung hampir nangis mohon sama Wonwoo. Menunjukkan bahwa dia tak berkuasa apa-apa di bawah Wonwoo. Bahwa Soonyoung benar hanya mau Wonwoo. Dan senyum seringai Wonwoo menandakan Soonyoung berhasil.

Tubuh Soonyoung langsung digendong dalam bridal style dan berakhir dibanting di atas kasur mereka. Wonwoo melucuti seluruh pakaian membuat dirinya telanjang dengan cepat. Soonyoung baru mau lepas boots sama tanktopnya tapi tangan Wonwoo terlalu cepet buat nyegah. 

"Tetep pakai. Biar kamu makin kayak lonte siap pake kapan aja." 

Wonwoo ambil lube dan dilempar di atas kasur. Dia ambil posisi telentang, lalu menyuruh Soonyoung untuk naik di atasnya berlawanan arah. Posisi 69. Favorit Wonwoo. Kontol cowok itu tepat di depan muka Soonyoung. Tanpa disuruh dia jilatin batang yang masih setengah tegang itu dibikin keras lagi. 

Bunyi tutup botol lube yang dibuka bikin Soonyoung merinding. Mulutnya yang ngemut kontol Wonwoo sempet keselek pas dua jari yang basah sama pelumas langsung masuk lubang analnya. 

"Shhhh yeesshhh darlinghhhh… ."

Jari panjang Wonwoo menusuk dalam, diputar dan ditekuk menggaruk rektum Soonyoung yang udah cukup lama ga dijamah. Memeknya ikut kedut-kedut ngejepit buttplug yang masih nancep di sana. Sambil dirojok pantatnya, mulut Soonyoung terus berusaha ngenakin kontol Wonwoo yang baru bucat setengah tadi. Soonyoung pengen lubang analnya juga diisi peju kentel kayak memeknya. 

Wonwoo nikmatin basah dan hangat mulut Soonyoung sambil mainin buttplug diputer-puter dan ditusuk ke memek pacarnya. Cowok cantiknya itu ga henti mengerang, masih nelen kontol dia yang udah siap buat perang lagi. Tapi Wonwoo masih pengen bikin Soonyoung buncat dengan tangannya. Biar cowoknya itu sadar kalau cuma dia yang bisa bikin Soonyoung enak ngerasain surga. 

Jari panjang Wonwoo nusuk ke titik yang bikin punggung Soonyoung menegang seketika. Dia tusukin terus di sana ditambah dengan ujung buttplug yang menyerang dari depan. Soonyoung hanya bisa merangkak sambil mangap berteriak saking nikmatnya. Rasa geli dan setruman nikmat langsung berkumpul di ujung lubang kencingnya. 

"ahhh yanghhhh ahhh yesshh situuhh ahh ahhh ahhh ahhh… ." 

Soonyoung langsung pipis deras di atas perut Wonwoo. Tubuhnya kejang kelojotan dengan dua lubangnya mengkerut cengap-cengap bersamaan. Kepalanya jatuh ke depan di atas kontol Wonwoo yang tersenyum girang di bawah sana. Soonyoung masih mengawang dalam euforia klimaksnya tapi sang pacar bukan penyabar yang bisa menunggu. 

Wonwoo udah pindah di belakang Soonyoung, lalu pacarnya yang masih lemes itu ditarik lagi buat nungging. Kepalanya terkulai lemas di kasur basah. Sementara pantat bulatnya menjulang tinggi diciumi Wonwoo dan digigit ninggalin tato ungu lagi. Lidah Wonwoo yang menari di sana bikin setruman geli yang nambahin nikmat. Mata Soonyoung sampai juling lagi merem melek. 

Nggak ngasih aba-aba, batang keras Wonwoo langsung mendobrak lubang pantat yang masih sempit padahal sudah dilonggarkan ulang kali. Soonyoung sudah tidak peduli rasa perihnya, cuma bisa terima nasibnya dipakai Wonwoo sepuasnya. Walau sudah punya lubang memek, tak jarang Soonyoung meminta lubang satunya juga diisi. Kalau saja Wonwoo bisa punya dua kontol, Soonyoung juga suka rela ngasih dua lubangnya dikontolin tiap hari. 

"aahhh sempit banget, sayang." Wonwoo menggeram ngerasain jantannya kejepit kuat. 

"Udah lamahhh ga kamu pakai ahhh terusin aja sayanghhh… ." 

Sekali lagi. Wonwoo tidak bisa sabar jika dengan Soonyoung. Kasur mereka berdecit sampai menabrak tembok saking kerasnya Wonwoo mendorong dirinya sendiri nusukin lubang anal Soonyoung. Kontolnya keenakan dijepit lubang yang sempit dan bergerindil dindingnya. Buttplug yang masih nancep ikut kedorong lagi kena tabrakan pinggul Wonwoo. 

Tempo sodokan Wonwoo agak dipelanin. Cowok tinggi 183 cm itu nunduk buat nyiumin punggung mulus pacarnya. Tangan gedenya ngeraba masukin tanktop Soonyoung sampai ke depan, ketemu tonjolan kecil yang sedari tadi masih dianggurin. Puting Soonyoung dimainin pakai jari sambil Wonwoo ngelukis tato lagi di punggungnya. Dielus dan dicubit bikin kepala Soonyoung ngedongak keenakan. 

"Soonyoung is mine. You only mine." kalimat kepemilikan itu diakhiri dengan hentakan kuat nusukin kontolnya dalem sampai mentok. Wonwoo terus mendobrak rektum pacarnya dalam kecepatan penuh. Badannya tegak dan tangannya ngeremes pundak Soonyoung yang udah dalam posisi all four. Pinggulnya gerak dalam kecepatan penuh bikin peluh langsung mengucur di tubuhnya. 

Racauan dari mulut Soonyoung terdengar bergetar dan tak jelas. Tapi dari pijatan otot rektumnya yang kuat Wonwoo tahu kalau pacarnya itu kesenengan. Bikin Wonwoo makin semangat genjotin kontolnya sampai mentok dan cepet. Pijetan anal Soonyoung makin kuat pas Wonwoo tanpa sengaja malah narik choker Soonyoung yang niatnya mau jambak rambut cowoknya. Wonwoo kayak nunggangin kuda Soonyoung yang dia pegang kendali di lehernya. 

Soonyoung ngedongak, mengais nafas yang pendek karena tenggorokannya sedikit tercekik. Tapi otak Soonyoung tidak bisa berfungsi normal. Dia kalah excited dan bikin libidonya meningkat tajam. Di belakang Wonwoo makin semangat fokus terus menusuk sambil meneriakan namanya dengan penuh cinta. 

Tepat sebelum Soonyoung benar-benar kehabisan nafas, Wonwoo melepas tarikan chokernya. Cowoknya itu ganti ngeremes pantatnya yang udah bergetar klimaks duluan. Soonyoung bisa ngerasain kontol cowoknya nyemburin peju cukup banyak di dalam analnya. Kontol Wonwoo ditusukin satu-satu sampai mentok sambil nyembur. 

Nafas keduanya berlomba meraup oksigen sebanyak-banyaknya setelah pergumulan hebat itu. Tubuh Soonyoung ambruk lemas tak berdaya. Cairan Wonwoo meluber dari lubang pantatnya dan lagi-lagi Wonwoo ga suka itu. Batang karet yang mirip kontolnya, yang tadi dilempar bareng botol lube, ganti dimasukin ke lubang yang masih menganga merah. Menyumpal sisa cairan agar tidak merembes lagi. Soonyoung hanya bisa pasrah. 

Belum selesai, Wonwoo melepas buttplug mawarnya. Masih ada sisa peju yang belum terlepas dan Wonwoo pengen menuhin memek pacarnya lagi. Sebelah kaki Soonyoung diangkat dan Wonwoo langsung masukin kontol setengah lemesnya lagi. Hanya butuh beberapa tusukan buat bikin batangnya ngaceng dan penuh berisi peju lagi. 

Wonwoo seperti tidak pernah kehabisan tenaga. Pinggulnya terus maju mundur ngehentak tanpa lelah nusukin memek Soonyoung yang udah sempit lagi. Entah kekuatan apa yang dimiliki lututnya hingga masih kuat menjadi tumpuan untuk pinggulnya menghantam dalam. Soonyoung cuma pasrah nerima sodokan Wonwoo sambil melintir pentilnya sendiri. Ga peduli sama sprei yang udah basah sama keringat, rembesan peju serta cairan pipis Soonyoung tadi. 

"Ahhhh memek kamu emang yang terbaik sayanghhhh… ." 

"Penuhin sayaaanghhh mau peju kamuuuhh Wonwoohhh… ." 

Wonwoo nyiumin kaki panjang dan mulus Soonyoung. Berbeda dengan dirinya yang penuh bulu, betis Soonyoung begitu mulus dan putih kayak kaki cewek. Bahkan betis itu tak luput dari gigitan dan jilatan Wonwoo. Seakan itu bahasa yang menyatakan bahwa dari ujung rambut hingga kaki, Soonyoung hanyalah miliknya. 

Soonyoung mencubit pentilnya bikin otot memeknya mengetat. Wonwoo sudah hampir sampai di puncaknya lagi. Genjotannya dipercepat dengan kaki Soonyoung terkulai lemas menyampir di lengan berototnya. Punggung Wonwoo sudah banjir dengan peluh. Hingga beberapa tusukan berikutnya kembali peju kental itu nyembur deres nabrak lubang memek Soonyoung. 

Lagi-lagi cowok cantiknya kejang, pinggulnya maju-maju dan matanya memutih ke belakang. Wonwoo nikmatin semua reaksi tubuh pacarnya sambil senyum seneng dan terus nyumpelin kontolnya dalem. Muka basah Soonyoung yang klimaks begitu cantik, mulutnya mangap ngiler sambil nafas ngos-ngosan. Bekas ungu di sekujur badan Soonyoung menambah indah tubuh telanjang kekasihnya. Itu hasil karyanya. Itu tanda kepemilikannya. 

Wonwoo ikut berbaring di sebelah Soonyoung, mencium bibir pacarnya dengan lembut. Ciuman kali ini dibagi sebagai bahasa cinta dan ungkapan sayang, bukan diliputi nafsu yang memburu. Tubuh keduanya menempel sambil berpelukan di sela lumatan lembut dan dalam. Tangan Wonwoo mengelus punggung pacarnya sebagai ungkapan maaf bila dirinya sudah berlaku kasar. 

Soonyoung tersenyum begitu manis setelah ciuman mereka terlepas. Wonwoo menyingkirkan anak rambut yang menempel di wajah cantik pacarnya. Wonwoo benar sangat mencintai Soonyoung. Dia rela menukar apapun di dunia ini hanya untuk bisa memiliki Soonyoung di pelukannya. Bayangan pacarnya itu bersama pria lain selalu membuat darahnya mendidih emosi. 

Wonwoo memperhatikan setiap detail wajah Soonyoung sambil membelai sayang rambut blonde pacarnya. Matanya yang sipit, hidung kecil dan bangir, juga bibir kenyal dan tebal yang selalu jadi favoritnya buat dicium. Rahangnya yang diselimuti lemak pipi membuatnya tampak gemas, apalagi saat mengunyah. Mirip hamster. 

Tangan Wonwoo kemudian menyentuh kalung hitam yang melingkar ketat di leher pacarnya. Dia baru sadar setelah melihat bekas merah membekas di sana. Wonwoo tampak ketakutan. 

"Sayang, maafin aku udah nyakitin kamu. Aku tadi ga sadar. Aku udah bikin kamu luka. Aku minta maaf. Ak-" 

"Wonwoo, hey. Sayang, nggak apa-apa. Ga sakit, kok. Ya agak sakit sih tadi pas kecekek rasanya kayak mau mati." Wonwoo membelak makin ketakutan, tapi Soonyoung langsung meyakinkannya. 

"Tapi aku malah ngerasa enak tahu. Ada adrenalin lain yang bikin aku makin excited. Kamu tadi juga kerasa kan? Nih, ingetnya aja bikin aku kedutan lagi. Kerasa kan?" 

Soonyoung senyum sambil ngelirik ke tubuh bawah mereka. Emang sedari tadi kontol Wonwoo masih nyumpel memek Soonyoung ga dilepas. Wonwoo bisa ngerasain batangnya diremes kecil-kecil sama kelamin pacarnya itu. Keduanya liat-liatan terus ketawa ngetawain kekonyolan mereka sendiri. 

Wonwoo peluk badan Soonyoung makin erat. Kaki mereka saling menyilang melambangkan perasan mereka yang juga bertaut kuat. Deru suara AC menemani keheningan kamar yang sudah menemani jalan hidup keduanya selama beberapa tahun ke belakang. 

Sejak awal berhubungan, keduanya sama-sama masih merintis karir dari nol. Kini Wonwoo yang sudah cukup besar dengan grup hiphopnya. Dan Soonyoung juga sukses sebagai influencer kebugaran serta fashion. Kamar kecil ini jadi saksi setiap air mata, peluh dan tentu saja lenguh ketika keduanya ingin sejenak berlari dari kerasnya hidup. Mencari kesenangan dan euforia bahagia lewat penyatuan tubuh dan bahasa cinta paling dalam. 

Wonwoo dan Soonyoung benar saling mencintai. Bukan hanya demi menikmati tubuh dan fisik. Tapi arti kehadiran masing-masing dalam perjalanan hidup menambah value rasa cinta yang mereka miliki. Terjalin dalam harmoni dan janji untuk terus bersama dalam segala situasi. Memberikan semangat dan motivasi untuk hidup bersama yang semakin baik. 

Soonyoung yang sudah hampir masuk ke alam mimpi mengerang kecil merasakan benda keras dan panjang terus menggoda lubangnya. Wonwoo tersenyum kecil ketika batangnya diremas sebagai reaksi dari si pemilik lubang. 

"Mmhhhh Wonwoohhh… ." erang Soonyoung sambil membuka matanya malas. 

"Jangan tidur dulu, sayang. Bebersih dulu, spreinya juga perlu diganti. Kan tadi kamu pipisin."

"Yakin bebersih doang? Udah gede lagi nih kontol kamuhhh." 

Dan sesuai prediksi, kegiatan mereka berlanjut hingga ke kamar mandi. 

Tubuh telanjang Soonyoung membelakangi Wonwoo, dihimpit menempel pada kaca tebal pembatas shower. Kedua tangannya dicengkram dan bokongnya terkena hantaman pelvis Wonwoo yang kembali melesakkan kejantanannya dalam. Air hangat mengalir membasahi keduanya. Membuat tubuh mereka sedikit rileks namun juga tegang dengan kegiatan yang dilakukan. 

Uap panas mengembun di kaca. Berasal dari air hangat juga suhu tubuh keduanya yang meningkat. Soonyoung menoleh mengajak kekasihnya berciuman. Sementara lubang memeknya terus disodok tanpa ampun. Total dua ronde mereka dapatkan dari sesi mandi panas itu. 

Selesai mandi, tubuh Soonyoung yang terasa remuk dan pegal semua, menjadi nyaman setelah Wonwoo membaringkannya di atas kasur yang empuk. Hanya dibalut kaos kebesaran Wonwoo dan kancut lingerie berwarna merah. Tak lama kemudian Wonwoo menyusul berbaring di sebelahnya. Bertelanjang dada sesuai kebiasaannya. 

Tangan besar Wonwoo menelusup di bawah leher Soonyoung. Menjadi bantal untuk kekasihnya yang langsung meringkuk nyaman dalam rengkuhan bingkai bahu lebarnya. Perlahan mata keduanya memejam lalu terdengar dengkuran halus seiring petualangan alam mimpi mereka dimulai. Cinta, memang terasa begitu indah bila bertemu orang yang tepat. Dan Soonyoung, sudah menemukan yang tepat. Wonwoonya.

 

Notes:

Tinggalin komen yang seru bestie

Series this work belongs to: